IPAL DOMESTIK

pt musi hutan persada, ipal pt musi hutan persada

Pengertian ipal domestik ?

KepmenLH no 112/2003:

– Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama.

DISAIN PROSES PENGOLAHAN SECARA BIOLOGI

Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik yaitu air limbah dapur, air limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air limbah wastafel, air limpasan dari tangki septik dan air limbah lainnya, seluruhnya dialirkan ke bak pemisah lemak atau minyak. Bak pemisah lemak tersebut berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak yang berasal dari kegiatan dapur, serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa padatan yang tak dapat terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.

Proses di dalam unit IPAL untuk Ipal Domestik sbb :

  1. 1. Pengendapan Awal

pertama air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.

Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke Chamber Equalisasi / Anoxic dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. 2. Equalisasi Chamber / Anoxic Chamber

Equalisasi Chamber berfungsi untuk  Ruang pengumpul air limbah di ruang ini di aduk oleh hembusan angin blower dengan diffuser untuk mengaduk air limbah sebelum di alirkan ke  bak kontaktor anaerob (biofilter Anaerob) dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. Anaerobic Chamber

Anaerobic Chamber berfungsi sebagai tempat penguraian zat –zat organic yang ada dalam air limbah dengan bantuan bakteri anaerobic/ fakultatif aerobic. Lapisan film mikroorgamisme akan tumbuh pada permukaan media dan menguraikan zat organic yang belum terurai di Anoxic Chamber. Kumpulan mikroorganisme, umumnya bakteri terlibat dalam transformasi senyawa organic menjadi metan. Lebih jauh lagi, terdapat interaksi sinergis antara bermacam- macam kelompok bakteri yang berperan dalam penguraian limbah. Meskipun beberapa jamur (fungi) dan protozoa dapat ditemukan dalam penguraian anaerobik, bakteri tetap merupakan mikroorganisme yang paling dominan bekerja didalam proses penguraian anaerobik. Sejumlah besar bakteri anaerobik dan fakultatif (seperti : Bacteroides, Bifidobacterium, Clostridium, Lactobacillus, Streptococcus).

terlibat dalam proses hidrolisis dan fermentasi senyawa organik. Keseluruhan reaksi dapat digambarkan sebagai berikut (Polprasert, 1989) :

Senyawa organic ®CH ­ +CO ­ +H ­ +NH ­ +H S ­

Lumpur yang dihasilkan pada proses anaerobic lebih sedikit (3 – 20 kali lebih sedikit dari pada proses aerobic). Anaerobic Chamber dilengkapi dengan media sarang tawon sebagai tempat berkembang biak bakteri dan support media yang terbuat dari FRP.

honeycom, media biofilter, media anaerob aerob, sarang tawon pvc
Gambar A. Sistem Biofilm Tercelup Anaerobic.
  1. Aerobic Chamber

Aerobic Chamber berfungsi sebagai proses reaksi biologi untuk menguraikan zat organic dalam air limbah dengan bantuan bacteria aerobic sambil di aerasi. Pada proses aerob hasil pengolahan dari anaerob yang masih mengandung zat organic dan nutrisi diubah menjadi sel bakteri baru, hidrogan maupun karbon dioksida oleh sel bakteri dalam kondisi cukup oksigen. Persamaan umum reaksi penguraian aerob adalah :

Bahan Organik + O2 ¾¾¾¾¾® mikrobaaerob sel baru + energi untuk sel + CO2 + H2O +

Produk akhir lainnya.

Udara dihembuskan di bagian bawah tangki dengan menggunakan diffuser sehingga mikroorganisme yang tumbuh dan menempel pada media menguraikan zat organic. Aerobic Chamber terdiri dari dilengkapi dengan media sarang tawon atau bioball sebagai tempat berkembang biak bakteri, support media yang terbuat dari FRP dan diffuser di bagian bawah tangki.

ruang anaerob aerob, diffuser jager, cara pasang diffuser jager
Gambar B. Sistem Biofilm Tercelup Aerobic
  1. Sedimentation Akhir Chamber

Sedimentation Chamber berfungsi sebagai tempat pemisahan padatan mikroorganisme hasil proses biologi dan dengan air jernih secara gravitasi. Sedimentation Chamber dilengkapi dengan lamella, air lift dan scum skimmer.

Lamella yang dipasang pada bagian atas Sedimentation Chamber dengan sudut kemiringan tertentu mempercepat pemisahan padatan dengan air olahan. Padatan yang diendapkan di dasar tangki dibuang ke Sedimentasi Awal secara berkala dengan menggunakan air lift. 

  1. Effluent Chamber

Effluent Chamber berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air hasil olahan dan tempat diisinfektan. Air olahan dikontakkan dengan klorin padat untuk membunuh bakteri – bakteri pathogen yang terkandung dalam air olahan sehingga air olahan aman di buang ke sungai atau saluran umum.

ipal domestik by biofive teruji baku mutu sesuai dengan peraturan Lingkungan Hidup, KepmenLH No. 68 Tahun 2016.

ipal domestik, ipal komunal
ipal domestik 80m3
ipal domestik, ipal komunal, ipal anaerob aerob system
Ipal Domestik 45m3

Brosur ipal dan Referensi

BROSUR DAN REFERENSI

IPAL / STP / WWTP BIOFIVE

Biofive telah banyak bekerjasama dengan kontraktor, Developor, dan end user di seluruh Indonesia dalam memasarkan dan menjual Tangki IPAL / STP / WWTP dengan merk BIOFIVE yang telah di PATEN untuk menjaga kualitas dari produk – produk yang di hasilkan maka kami selalu menginovasi dalam pengembangan Teknologi pengolaha air limbah dalam skala kecil sampai besar dengan menggunakan Mesin Filament Winding system dan bahan – bahan fiberglass import serta di dukung oleh tenaga ahli yang telah mumpuni di bidang IPAL agar tercipta produk yang baik dan hasil pengolahan yang dapat mengikuti dari ketentuan peraturan dari BPLH setempat.

Adapun beberapa pengguna IPAL Biofive sbb :

PT. LG Electronic Indonesia – STP                 PT. Baisan Indonesia – STP       PT Joenoes Ikamulya – STP

PT. Panca Nabati – STP                                   PT. Bumi Karya Persada – STP      Universitas Polinema Malang

PT. YogaTama Wahana Karya – STP             Ijen Resort – WWTP                      RSIA Citra Arafiq

PT. Batu Tua Tembaga – STP                        PT. Trimitra Wisesa Abadi – STP   RSIA Permata Serdang

PT. Astha Saka – STP                                       PT. Nikoi Island – STP                      PT. WIKA

PT. Amanat Sentosa -WWTP                        Restoran Rumah Kayu – WWTP / STP    PT. Waskita

PT. Teras Sejahtera Tehnik – WWTP          Hotel Bliss Soeta – STP                         PT. Totalindo Eka Persada

Hotel Summerbird – IPAL                             PT. Exitama – STP                                PT. Hutama Karya

PT. Ssyang Yong – IPAL                                 PT. Djarum Indonesia – IPAL             PT. Taikisa

PT. Wika – STP                                                PT. KOBE – WWTP.                               PT.  Kapuk Naga Indah

dan banyak lagi perusahaan dan instansi serta individu yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, adapun tujuan kami menuliskan beberapa perusahaan atau instansi yang telah menggunakan produk kami agar dapat menjadi testimoni yang nyata dari Ipal Biofive.

Foto Testimoni Ipal Biofive

Referensi Pengguna STP, Ipal, Wwtp, Grease Trap Biofiv, pdf

Brosur Ipal Biofive, Ipal Individu, Ipal Komunal, Ipal Domestik,

Brosur Ipal Komunal Biofive

ukuran untuk menentukan pilihan besar volume Tangki Ipal Organik dapat di pakai untuk pengolahan air limbah dari pasar, Pemotongan Hewan.

Brosur WWTP, IPAL Biofive, IPAL ORGANIK

Untuk Respon cepat mengenai produk ipal dan harga ipal dapat langsung menghubungi :

Flowrence, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-22 55 3770   Fax. 021-2255 6581.
Email : marketing@biofive.co.id

 

IPAL Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Hewan

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN
( IPAL RPH )  DENGAN PROSES BIOFILTER

Pencemaran lingkungan dan pengawasan terhadap kualitas daging Sapi potong di daerah Sumatera sangat diperhatikan oleh Pemerintah Sumatera melalui Suku Dinas Peternakan Sumatera berupaya untuk membuat pengolahan air limbah rumah potong hewan yang berasal dari pasar pemotongan hewan ( RPH ) sapi agar tidak mencemari lingkungan di sekitarnya yang banyak terjadi di wilayah lain, membangun suatu instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ) rumah potong hewan sebelum pasar itu beroperasi sangatlah bagus di banding membangun ipal setelah terjadinya pencemaran karena pasar sudah beroperasi.

Tujuan dan sasaran dari kegiatan ini adalah merancang bangun instalasi pengolahan limbah cair rumah potong hewan khususnya hewan sapi dengan proses biofilter. Sedangkan sasaran yang diperoleh adalah diperolehnya teknologi pengolahan limbah cair rumah potong hewan yang dapat mengatasi pencemaran lingkungan.

Disain unit alat pengolahan air limbah dirancang berdasarkan jumlah dan kualitas air baku kubikasi perhari untuk menentukan Volume pengolahan Tangki ipal biofilter serta disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada. Tangki Ipal pengolahan air limbah tersebut akan di rancang dalam bentuk yang kompak agar pemasangan/pembangunan serta operasinya mudah, serta diusahakan menggunakan energi sekecil mungkin.

Proses pengolahan limbah RPH Sapi menggunakan Proses Pengolahan IPAL BIOFILTER, Proses pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan sistem biofilter anaerob-aerob dapat dilihat pada gambar 1. Seluruh air limbah dari kegiatan rumah potong hewan di alirkan ke saluran pembuangan dan di lewatkan melalui saringan kasar ( bar screen ) untuk menyaring sampah / padatan yang berukuran besar seperti : Bulu hewan, plastik, daun, kertas, usus. dll. Setelah melalui screen air limbah di alirkan ke Grease Trap / Bak pemisah lemak atau minyak untuk memisahkan lemak atau minyak serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau padatan-nya yang berasal dari kegiatan pemotongan hewan yang tidak dapat di terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi yang akan berfungsi sebagai bak penampungan limbah dan bak kontrol aliran yang akan selanjutnya di alirkan ke Tangki IPAL. Di dalam unit IPAL tersebut pertama air limbah di alirkan masuk ke dalam bak pengendapan awal yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir, kotoran organik yang tersuspensi, ruang pertama ini berfungsi pula sebagai slugde digester ( pengurai lumpur ) atau sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan dan penampung lumpur.

Air limpasan dari ruang  pengendapan awal akan di alirkan ke ruang kontaktor anaerob dengan arah aliran dari bawah ke atas dimana ruang kontaktor anaerob telah diisi oleh media biofilter honey comb / sarang tawon pvc, penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerob atau facultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi maka di permukaan media biofilter akan tumbuh lapisan film mikro-organisme yang berfungsi untuk mengurai zat organik yang tidak terurai di ruang pengendapan awal.

Air limpasan dari  ruang kontaktor anaerob dialirkan ke ruang kontaktor aerob. Di dalam ruang kontaktor aerob ini di isi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon, serta di aerasi atau di hembus dengan udara dari mesin blower  sehingga mikroorganisme yang ada akan mengurai zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme yang tersuspensi didalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian Zat organisasi, Deterjen serta mempercepat proses nutrifikasi, sehingga efisiensi penghilang ammonia menjadi lebih besar. Proses ini disebut juga proses Aerasi kontak ( Contact Aeration ).

Dari Ruang Aerasi, Air dialirkan ke bak pengendapan akhir. Didalam Ruang ini Lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet pengendapan awal dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan ( Over Flow ) dialirkan ke ruang khlorinasi. Di dalam ruang kontaktor khlor untuk dikontakkan dengan senyawa senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan atau air buangan yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi  sudah dapat di alirkan langsung ke sungai atau saluran umum.

pengolahan air limbah rumah potong hewan

Keunggulan IPAL pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan System BIOFILTER Anaerob-Aerob :

  • Biaya operasinya rendah dan murah.
  • Terbukti mampu menurunkan Zat Organik ( BOD, COD ), Ammonia, Padatan tersuspensi ( SS ), phospat, nitrogen dan lainnya.
  • Pengoperasiannya Mudah ( Pengoperasiannya tanpa dilakukan sirkulasi lumpur, tidak terjadi masalah “bulking” seperti pada proses lumur aktif ( Activated sludge process ).
  • Lumpur yang dihasilkan sedikit ( 10-30% ).
  • Dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi zat organik rendah maupun tinggi.
  • Tahan terhadap fluktuktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi.
  • Pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil.
  • Tidak menyebabkan Euthropikasi.

Untuk Respon cepat mengenai produk ipal dan harga ipal dapat langsung menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )

IPAL Industri

Pengolahan air limbah Industri | IPAL Industri.

Pencemaran terjadi akibat bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas masuk lingkungan hingga terjadi perubahan kualitas lingkungan, Sumber bahan beracun dan berbahaya dapat diklasifikasikan:

  1. industri kimia organik maupun anorganik
  2. penggunaan bahan beracun dan berbahaya sebagai bahan baku atau bahan penolong
  3. peristiwa kimia-fisika, biologi dalam pabrik.

Ada 3 Tahapan Instalasi pengolahan Limbah Industri sbb :

  • Pengolahan Fisik

Pada umumnya sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan diinginkan agar bahan – bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan – bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Metode – metode pengolahan secara fisik meliputi penyaringan, pengendapan, pengapungan, pengadukan dan pengeringan lumpur.

1. Screen (Penyaringan)

Fungsinya adalah untuk menahan benda- benda kasar seperti sampah dan benda- benda terapung lainnya.

2. Equalisasi ( Pengadukan )

Karakteristik air buangan dari industri seringkali tidak konstan, misalnya unsur – unsur pH, warna, BOD dan sebagainya. Hal ini akan menyulitkan dalam pengoperasian suatu instalasi pengolahan air limbah, sehingga dibuat suatu sistem equalisasi sebelum air limbah tersebut diolah.

3. Sedimentasi (Pengendapan)

Proses Pengendapan adalah pengambilan partikel – partikel tersuspensi yang terjadi bila air diam atau mengalir secara lambat melalui bak sedimentasi / Pengendapan. Partikel – partikel ini akan terkumpul pada dasar kolam, membentuk suatu lapisan lumpur. Air yang mencapai outlet tangki sedimen akan berada dalam kondisi yang jernih. Proses pengendapan yang terjadi dalam suatu bak pengendapan merupakan unit utama pada pengolahan fisik. Ada dua macam bak pengendapan yaitu bak pengendapan dengan arah aliran horizontal dan aliran vertikal.

4. Mixing dan Stiring (Pencampuran dan pengadukan)

Mixing adalah pencampuran dua zat atau lebih membentuk campuran yang homogen. Stiring adalah pengadukan campuran homogen hasil mixing sehingga terjadi proses penggumpalan dari zat – zat yang ingin dipisahkan dari air.

5. Pengeringan lumpur

Penurunan kadar lumpur yang dilakukan dengan pengolahan fisik yang terdiri dari salah satu atau kombinasi unit – unit berikut :

1. Pengentalan lumpur (Sludge Thickener)

2. Pengeringan lumpur (Sludge Drying Bed)

  • Pengolahan Kimia

Pengolahan kimia untuk air yang dapat dilakukan pada pengolahan air buangan industri adalah koagulasi – flokulasi, netralisasi, adsorbsi, dan desinfeksi. Pengolahan ini menggunakan zat – zat kimia sebagai pembantu yang bertujuan untuk menghilangkan partikel – partikel yang tidah mudah mengendap (koloid), logam berat dan zat organik beracun.

  • Pengolahan Biologi

Pengolahan biologi adalah pengolahan air limbah dengan memanfaatkan aktivitas biologi (aktivitas mikroorganisme) dengan tujuan menyisihkan bahan pencemar dalam air limbah. Proses pengolahan biologi adalah penurunan bahan organik terlarut dan koloid dalam air limbah menjadi serat – serat sel biologi (berupa endapan lumpur), kemudian diendapkan pada bak sedimentasi. Proses ini dapat berlangsung secara aerob (dengan bantuan oksigen) maupun anaerob (tidak dengan bantuan oksigen).

Ada 3 macam pengolahan biologi yang banyak diterapkan saat ini, yaitu:

1. Lumpur aktif.

2. Trickling filter.

3. Kolam oksidasi.

Diantara sistem pengolahan limbah secara biologi tesebut tricling filter dapat menurunkan nilai BOD 80 – 90 %. Pada proses pengolahan biologi dengan menggunakan jenis trickling filter dengan cara melewatkan air limbah ke dalam media filter yang terdiri dari materi yang kasar dan keras. Zat organik yang terdapat di dalam air limbah diuraikan oleh bakteri dari mikroorganisme baru, sehingga populasi mikroorganisme pada permukaan media filter semakin banyak dan membentuk lapisan seperti lendir (slyme).

 IPAL INDUSTRI

Unit IPAL Industri dirancang sedemikan rupa agar cara operasinya mudah dan biaya operasionalnya murah. Unit ini terdiri dari perangkat utama dan perangkat penunjang. Perangkat utama dalam system pengolahan terdiri dari unit pencampur statis (static mixer), bak antara, bak koagulasi-flokulasi, saringan multimedia/ kerikil, pasir, karbon, mangan zeolit (multimedia filter), saringan karbon aktif (activated carbon filter), dan saringan penukar ion (ion exchange filter). Perangkat penunjang dalam sistem pengolahan ini dipasang untuk mendukung operasi treatment yang terdiri dari pompa air baku untuk intake (raw water pump), pompa dosing (dosing pump), tangki bahan kimia (chemical tank), pompa filter untuk mempompa air dari bak koagulasi-flokulasi ke saringan/filter, dan perpipaan serta kelengkapan lainnya.

Proses pengolahan diawali dengan memompa air baku dari bak penampungan kemudian diinjeksi dengan bahan kimia ferrosulfat dan PAC (Poly Allumunium Chloride), kemudian dicampur melalui static mixer supaya bercampur dengan baik. Kemudian air baku yang teroksidasi dialirkan ke bak koagulasiflokulasi dengan waktu tinggal sekitar 2 jam. Setelah itu air dari bak dipompa ke saringan multimedia, saringan karbon aktif dan saringan penukar ion. Hasil air olahan di masukkan ke bak penampungan untuk digunakan kembali sebagai air pencucian. Diagram proses IPAL industri pelapisan logam dapat dilihat

Gambar 3.6. Proses Pengolahan Limbah Industri Kecil ( ipal industri ).

ipal industri, ipal anaerob aerob 20m3

Cara Kerja IPAL Industri

a. Pompa Air Baku (Raw water pump)

Pompa air baku yang digunakan jenis setrifugal dengan kapasitas maksimum yang dibutuhkan untuk unit pengolahan (daya tarik minimal 9 meter dan daya dorong 40 meter). Air baku yang dipompa berasal dari bak akhir dari proses pengendapan pada hasil buangan limbah industri pelapisan logam.

b. Pompa Dosing (Dosing pump)

Merupakan peralatan untuk mengijeksi bahan kimia (ferrosulfat dan PAC) dengan pengaturan laju alir dan konsentrasi tertentu untuk mengatur dosis bahan kimia tersebut. Tujuan dari pemberian bahan kimia ini adalah sebagai oksidator.

c. Pencampur Statik (Static mixer)

Dalam peralatan ini bahan-bahan kimia dicampur sampai homogen dengan kecepatan pengadukan tertentu untuk menghindari pecah flok.

d. Bak Koagulasi-Flokulasi

Dalam unit ini terjadi pemisahan padatan tersuspensi yang terkumpul dalam bentuk-bentuk flok dan mengendap, sedangkan air mengalir overflow menuju proses berikutnya.

e. Pompa Filter

Pompa yang digunakan mirip dengan pompa air baku. Pompa ini harus dapat melalui saringan multimedia, saringan karbon aktif, dan saringan penukar ion.

f. Saringan Multimedia

Air dari bak koagulasi-flokulasi dipompa masuk ke unit penyaringan multimedia dengan tekanan maksimum sekitar 4 Bar. Unit ini berfungsi menyaring partikel kasar yang berasal dari air olahan. Unit filter berbentuk silinder dan terbuat dari bahan fiberglas. Unit ini dilengkapi dengan keran multi purpose (multiport), sehingga untuk proses pencucian balik dapat dilakukan dengan sangat sederhana, yaitu dengan hanya memutar keran tersebut sesuai dengan petunjuknya. Tinggi filter ini mencapai 120 cm dan berdiameter 30 cm. Media penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan mangan zeolit. Unit filter ini juga didisain secara khusus, sehingga memudahkan dalam hal pengoperasiannya dan pemeliharaannya.  Dengan menggunakan unit ini, maka kadar besi dan mangan, serta beberapa logam-logam lain yang masih terlarut dalam air dapat dikurangi sampai sesuai dengan kandungan yang diperbolehkan untuk air minum.

g. Saringan Karbon Aktif

Unit ini khusus digunakan untuk penghilang bau, warna, logam berat dan pengotor-pengotor organik lainnya. Ukuran dan bentuk unit ini sama dengan unit penyaring lainnya. Media penyaring yang digunakan adalah karbon aktif granular atau butiran dengan ukuran 1 – 2,5 mm atau resin sintetis, serta menggunakan juga media pendukung berupa pasir silika pada bagian dasar.

h. Saringan Penukar Ion

Pada proses pertukaran ion, kalsium dan magnesium ditukar dengan sodium. Pertukaran ini berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari bahan yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. Bahan penukar ion pada awalnya menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu greensand yang biasa disebut zeolit, Agar lebih efektif Bahan greensand diproses terlebih dahulu. Disamping itu digunakan zeolit sintetis yang terbuat dari sulphonated coals dan condentation polymer. Pada saat ini bahan-bahan tersebut sudah diganti dengan bahan yang lebih efektif yang disebut resin penukar ion. Resin penukar ion umumnya terbuat dari partikel cross-linked polystyrene. Apabila resin telah jenuh maka resin tersebut perlu diregenerasi. Proses regenerasi dilakukan dengan cara melewatkan larutan garam dapur pekat ke dalam unggun resin yang telah jenuh. Pada proses regenerasi terjadi reaksi sebaliknya yaitu kalsium dan magnesium dilepaskan dari resin, digantikan dengan sodium dari larutan garam.

i. Sistem Jaringan Perpipaan

Sistem jaringan perpipaan terdiri dari empat bagian, yaitu jaringan inlet (air masuk), jaringan outlet (air hasil olahan), jaringan bahan kimia dari pompa dosing dan jaringan pipa pembuangan air pencucian. Sistem jaringan ini dilengkapi dengan keran-keran sesuai dengan ukuran perpipaan. Diameter yang dipakai sebagian besar adalah 1” dan pembuangan dari bak koagulasi-flokulasi sebesar 2“. Bahan pipa PVC tahan tekan, seperti rucika. Sedangkan keran (ball valve) yang dipakai adalah keran tahan karat terbuat dari plastik.

j. Tangki Bahan-Bahan Kimia

Tangki bahan kimia terdiri dari 2 buah tangki fiberglas dengan volume masing-masing 30 liter. Bahan-bahan kimia adalah ferrosulfat dan PAC. Bahan kimia berfungsi sebagai oksidator.

Untuk Informasi Harga ipal industi dan produk ipal industri dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE

Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-22 55 3770   Fax. 021-2255 6581.
Email : marketing@biofive.co.id

WhatsApp WhatsApp us