IPAL DOMESTIK

pt musi hutan persada, ipal pt musi hutan persada

Pengertian ipal domestik ?

KepmenLH no 112/2003:

– Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama.

DISAIN PROSES PENGOLAHAN SECARA BIOLOGI

Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik yaitu air limbah dapur, air limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air limbah wastafel, air limpasan dari tangki septik dan air limbah lainnya, seluruhnya dialirkan ke bak pemisah lemak atau minyak. Bak pemisah lemak tersebut berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak yang berasal dari kegiatan dapur, serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa padatan yang tak dapat terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.

Proses di dalam unit IPAL untuk Ipal Domestik sbb :

  1. 1. Pengendapan Awal

pertama air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.

Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke Chamber Equalisasi / Anoxic dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. 2. Equalisasi Chamber / Anoxic Chamber

Equalisasi Chamber berfungsi untuk  Ruang pengumpul air limbah di ruang ini di aduk oleh hembusan angin blower dengan diffuser untuk mengaduk air limbah sebelum di alirkan ke  bak kontaktor anaerob (biofilter Anaerob) dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. Anaerobic Chamber

Anaerobic Chamber berfungsi sebagai tempat penguraian zat –zat organic yang ada dalam air limbah dengan bantuan bakteri anaerobic/ fakultatif aerobic. Lapisan film mikroorgamisme akan tumbuh pada permukaan media dan menguraikan zat organic yang belum terurai di Anoxic Chamber. Kumpulan mikroorganisme, umumnya bakteri terlibat dalam transformasi senyawa organic menjadi metan. Lebih jauh lagi, terdapat interaksi sinergis antara bermacam- macam kelompok bakteri yang berperan dalam penguraian limbah. Meskipun beberapa jamur (fungi) dan protozoa dapat ditemukan dalam penguraian anaerobik, bakteri tetap merupakan mikroorganisme yang paling dominan bekerja didalam proses penguraian anaerobik. Sejumlah besar bakteri anaerobik dan fakultatif (seperti : Bacteroides, Bifidobacterium, Clostridium, Lactobacillus, Streptococcus).

terlibat dalam proses hidrolisis dan fermentasi senyawa organik. Keseluruhan reaksi dapat digambarkan sebagai berikut (Polprasert, 1989) :

Senyawa organic ®CH ­ +CO ­ +H ­ +NH ­ +H S ­

Lumpur yang dihasilkan pada proses anaerobic lebih sedikit (3 – 20 kali lebih sedikit dari pada proses aerobic). Anaerobic Chamber dilengkapi dengan media sarang tawon sebagai tempat berkembang biak bakteri dan support media yang terbuat dari FRP.

honeycom, media biofilter, media anaerob aerob, sarang tawon pvc
Gambar A. Sistem Biofilm Tercelup Anaerobic.
  1. Aerobic Chamber

Aerobic Chamber berfungsi sebagai proses reaksi biologi untuk menguraikan zat organic dalam air limbah dengan bantuan bacteria aerobic sambil di aerasi. Pada proses aerob hasil pengolahan dari anaerob yang masih mengandung zat organic dan nutrisi diubah menjadi sel bakteri baru, hidrogan maupun karbon dioksida oleh sel bakteri dalam kondisi cukup oksigen. Persamaan umum reaksi penguraian aerob adalah :

Bahan Organik + O2 ¾¾¾¾¾® mikrobaaerob sel baru + energi untuk sel + CO2 + H2O +

Produk akhir lainnya.

Udara dihembuskan di bagian bawah tangki dengan menggunakan diffuser sehingga mikroorganisme yang tumbuh dan menempel pada media menguraikan zat organic. Aerobic Chamber terdiri dari dilengkapi dengan media sarang tawon atau bioball sebagai tempat berkembang biak bakteri, support media yang terbuat dari FRP dan diffuser di bagian bawah tangki.

ruang anaerob aerob, diffuser jager, cara pasang diffuser jager
Gambar B. Sistem Biofilm Tercelup Aerobic
  1. Sedimentation Akhir Chamber

Sedimentation Chamber berfungsi sebagai tempat pemisahan padatan mikroorganisme hasil proses biologi dan dengan air jernih secara gravitasi. Sedimentation Chamber dilengkapi dengan lamella, air lift dan scum skimmer.

Lamella yang dipasang pada bagian atas Sedimentation Chamber dengan sudut kemiringan tertentu mempercepat pemisahan padatan dengan air olahan. Padatan yang diendapkan di dasar tangki dibuang ke Sedimentasi Awal secara berkala dengan menggunakan air lift. 

  1. Effluent Chamber

Effluent Chamber berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air hasil olahan dan tempat diisinfektan. Air olahan dikontakkan dengan klorin padat untuk membunuh bakteri – bakteri pathogen yang terkandung dalam air olahan sehingga air olahan aman di buang ke sungai atau saluran umum.

ipal domestik by biofive teruji baku mutu sesuai dengan peraturan Lingkungan Hidup, KepmenLH No. 68 Tahun 2016.

ipal domestik, ipal komunal
ipal domestik 80m3
ipal domestik, ipal komunal, ipal anaerob aerob system
Ipal Domestik 45m3

IPAL Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Hewan

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN
( IPAL RPH )  DENGAN PROSES BIOFILTER

Pencemaran lingkungan dan pengawasan terhadap kualitas daging Sapi potong di daerah Sumatera sangat diperhatikan oleh Pemerintah Sumatera melalui Suku Dinas Peternakan Sumatera berupaya untuk membuat pengolahan air limbah rumah potong hewan yang berasal dari pasar pemotongan hewan ( RPH ) sapi agar tidak mencemari lingkungan di sekitarnya yang banyak terjadi di wilayah lain, membangun suatu instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ) rumah potong hewan sebelum pasar itu beroperasi sangatlah bagus di banding membangun ipal setelah terjadinya pencemaran karena pasar sudah beroperasi.

Tujuan dan sasaran dari kegiatan ini adalah merancang bangun instalasi pengolahan limbah cair rumah potong hewan khususnya hewan sapi dengan proses biofilter. Sedangkan sasaran yang diperoleh adalah diperolehnya teknologi pengolahan limbah cair rumah potong hewan yang dapat mengatasi pencemaran lingkungan.

Disain unit alat pengolahan air limbah dirancang berdasarkan jumlah dan kualitas air baku kubikasi perhari untuk menentukan Volume pengolahan Tangki ipal biofilter serta disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada. Tangki Ipal pengolahan air limbah tersebut akan di rancang dalam bentuk yang kompak agar pemasangan/pembangunan serta operasinya mudah, serta diusahakan menggunakan energi sekecil mungkin.

Proses pengolahan limbah RPH Sapi menggunakan Proses Pengolahan IPAL BIOFILTER, Proses pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan sistem biofilter anaerob-aerob dapat dilihat pada gambar 1. Seluruh air limbah dari kegiatan rumah potong hewan di alirkan ke saluran pembuangan dan di lewatkan melalui saringan kasar ( bar screen ) untuk menyaring sampah / padatan yang berukuran besar seperti : Bulu hewan, plastik, daun, kertas, usus. dll. Setelah melalui screen air limbah di alirkan ke Grease Trap / Bak pemisah lemak atau minyak untuk memisahkan lemak atau minyak serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau padatan-nya yang berasal dari kegiatan pemotongan hewan yang tidak dapat di terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi yang akan berfungsi sebagai bak penampungan limbah dan bak kontrol aliran yang akan selanjutnya di alirkan ke Tangki IPAL. Di dalam unit IPAL tersebut pertama air limbah di alirkan masuk ke dalam bak pengendapan awal yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir, kotoran organik yang tersuspensi, ruang pertama ini berfungsi pula sebagai slugde digester ( pengurai lumpur ) atau sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan dan penampung lumpur.

Air limpasan dari ruang  pengendapan awal akan di alirkan ke ruang kontaktor anaerob dengan arah aliran dari bawah ke atas dimana ruang kontaktor anaerob telah diisi oleh media biofilter honey comb / sarang tawon pvc, penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerob atau facultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi maka di permukaan media biofilter akan tumbuh lapisan film mikro-organisme yang berfungsi untuk mengurai zat organik yang tidak terurai di ruang pengendapan awal.

Air limpasan dari  ruang kontaktor anaerob dialirkan ke ruang kontaktor aerob. Di dalam ruang kontaktor aerob ini di isi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon, serta di aerasi atau di hembus dengan udara dari mesin blower  sehingga mikroorganisme yang ada akan mengurai zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme yang tersuspensi didalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian Zat organisasi, Deterjen serta mempercepat proses nutrifikasi, sehingga efisiensi penghilang ammonia menjadi lebih besar. Proses ini disebut juga proses Aerasi kontak ( Contact Aeration ).

Dari Ruang Aerasi, Air dialirkan ke bak pengendapan akhir. Didalam Ruang ini Lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet pengendapan awal dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan ( Over Flow ) dialirkan ke ruang khlorinasi. Di dalam ruang kontaktor khlor untuk dikontakkan dengan senyawa senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan atau air buangan yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi  sudah dapat di alirkan langsung ke sungai atau saluran umum.

pengolahan air limbah rumah potong hewan

Keunggulan IPAL pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan System BIOFILTER Anaerob-Aerob :

  • Biaya operasinya rendah dan murah.
  • Terbukti mampu menurunkan Zat Organik ( BOD, COD ), Ammonia, Padatan tersuspensi ( SS ), phospat, nitrogen dan lainnya.
  • Pengoperasiannya Mudah ( Pengoperasiannya tanpa dilakukan sirkulasi lumpur, tidak terjadi masalah “bulking” seperti pada proses lumur aktif ( Activated sludge process ).
  • Lumpur yang dihasilkan sedikit ( 10-30% ).
  • Dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi zat organik rendah maupun tinggi.
  • Tahan terhadap fluktuktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi.
  • Pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil.
  • Tidak menyebabkan Euthropikasi.

Untuk Respon cepat mengenai produk ipal dan harga ipal dapat langsung menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )

WhatsApp WhatsApp us