IPAL DOMESTIK

pt musi hutan persada, ipal pt musi hutan persada

Pengertian ipal domestik ?

KepmenLH no 112/2003:

– Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate), rumah makan (restauran), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama.

DISAIN PROSES PENGOLAHAN SECARA BIOLOGI

Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik yaitu air limbah dapur, air limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air limbah wastafel, air limpasan dari tangki septik dan air limbah lainnya, seluruhnya dialirkan ke bak pemisah lemak atau minyak. Bak pemisah lemak tersebut berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak yang berasal dari kegiatan dapur, serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa padatan yang tak dapat terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.

Proses di dalam unit IPAL untuk Ipal Domestik sbb :

  1. 1. Pengendapan Awal

pertama air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.

Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke Chamber Equalisasi / Anoxic dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. 2. Equalisasi Chamber / Anoxic Chamber

Equalisasi Chamber berfungsi untuk  Ruang pengumpul air limbah di ruang ini di aduk oleh hembusan angin blower dengan diffuser untuk mengaduk air limbah sebelum di alirkan ke  bak kontaktor anaerob (biofilter Anaerob) dengan arah aliran dari atas ke bawah.

  1. Anaerobic Chamber

Anaerobic Chamber berfungsi sebagai tempat penguraian zat –zat organic yang ada dalam air limbah dengan bantuan bakteri anaerobic/ fakultatif aerobic. Lapisan film mikroorgamisme akan tumbuh pada permukaan media dan menguraikan zat organic yang belum terurai di Anoxic Chamber. Kumpulan mikroorganisme, umumnya bakteri terlibat dalam transformasi senyawa organic menjadi metan. Lebih jauh lagi, terdapat interaksi sinergis antara bermacam- macam kelompok bakteri yang berperan dalam penguraian limbah. Meskipun beberapa jamur (fungi) dan protozoa dapat ditemukan dalam penguraian anaerobik, bakteri tetap merupakan mikroorganisme yang paling dominan bekerja didalam proses penguraian anaerobik. Sejumlah besar bakteri anaerobik dan fakultatif (seperti : Bacteroides, Bifidobacterium, Clostridium, Lactobacillus, Streptococcus).

terlibat dalam proses hidrolisis dan fermentasi senyawa organik. Keseluruhan reaksi dapat digambarkan sebagai berikut (Polprasert, 1989) :

Senyawa organic ®CH ­ +CO ­ +H ­ +NH ­ +H S ­

Lumpur yang dihasilkan pada proses anaerobic lebih sedikit (3 – 20 kali lebih sedikit dari pada proses aerobic). Anaerobic Chamber dilengkapi dengan media sarang tawon sebagai tempat berkembang biak bakteri dan support media yang terbuat dari FRP.

honeycom, media biofilter, media anaerob aerob, sarang tawon pvc
Gambar A. Sistem Biofilm Tercelup Anaerobic.
  1. Aerobic Chamber

Aerobic Chamber berfungsi sebagai proses reaksi biologi untuk menguraikan zat organic dalam air limbah dengan bantuan bacteria aerobic sambil di aerasi. Pada proses aerob hasil pengolahan dari anaerob yang masih mengandung zat organic dan nutrisi diubah menjadi sel bakteri baru, hidrogan maupun karbon dioksida oleh sel bakteri dalam kondisi cukup oksigen. Persamaan umum reaksi penguraian aerob adalah :

Bahan Organik + O2 ¾¾¾¾¾® mikrobaaerob sel baru + energi untuk sel + CO2 + H2O +

Produk akhir lainnya.

Udara dihembuskan di bagian bawah tangki dengan menggunakan diffuser sehingga mikroorganisme yang tumbuh dan menempel pada media menguraikan zat organic. Aerobic Chamber terdiri dari dilengkapi dengan media sarang tawon atau bioball sebagai tempat berkembang biak bakteri, support media yang terbuat dari FRP dan diffuser di bagian bawah tangki.

ruang anaerob aerob, diffuser jager, cara pasang diffuser jager
Gambar B. Sistem Biofilm Tercelup Aerobic
  1. Sedimentation Akhir Chamber

Sedimentation Chamber berfungsi sebagai tempat pemisahan padatan mikroorganisme hasil proses biologi dan dengan air jernih secara gravitasi. Sedimentation Chamber dilengkapi dengan lamella, air lift dan scum skimmer.

Lamella yang dipasang pada bagian atas Sedimentation Chamber dengan sudut kemiringan tertentu mempercepat pemisahan padatan dengan air olahan. Padatan yang diendapkan di dasar tangki dibuang ke Sedimentasi Awal secara berkala dengan menggunakan air lift. 

  1. Effluent Chamber

Effluent Chamber berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air hasil olahan dan tempat diisinfektan. Air olahan dikontakkan dengan klorin padat untuk membunuh bakteri – bakteri pathogen yang terkandung dalam air olahan sehingga air olahan aman di buang ke sungai atau saluran umum.

ipal domestik by biofive teruji baku mutu sesuai dengan peraturan Lingkungan Hidup, KepmenLH No. 68 Tahun 2016.

ipal domestik, ipal komunal
ipal domestik 80m3
ipal domestik, ipal komunal, ipal anaerob aerob system
Ipal Domestik 45m3

Grease Trap

Grease Trap Portable

Grease trap adalah alat perangkap grease atau minyak dan oli. Alat ini membantu untuk memisahkan minyak dari air, sehingga minyak tidak menggumpal dan membeku di pipa pembuangan dan membuat pipa tersumbat. Terbuat dari pasangan bata maupun stainless steel atau Fiberglass sehingga aman dari korosi. Alat ini cocok digunakan di rumah tangga dan di restoran atau Kantin Rumah makan.

Grease Trap Biofive

Apakah itu Grease ( Limbah lemak ) ? Grease atau sering di sebut sebagai limbah lemak dapur adalah hasil dari aktifitas cuci alat dapur, cuci piring, cuci daging, mentega, susu, minyak goreng rumah tangga atau restoran dan juga di hasilkan oleh industri – industri yang banyak mengandung minyak dan lemak pada limbah cair yang di buang pada saluran air kota.

Grease yang tidak di tangani atau di olah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran pada saluran lingkungan atau saluran air menjadi tersumbat dan berbau busuk lemak.  Grease lemak memang tidak bisa di urai secara biasa oleh microorganisme yang terdapat pada saluran got ataupun sungai – sungai.

Apa akibat nya apabila Grease Lemak dapur ini di biarkan tanpa ada pengolahan ?

  1. Grease akan berbau busuk
  2. Grease akan menyumbat pipa pembuangan
  3. Grease akan menimbulkan bibit penyakit pada saluran air
  4. Grease dapat merusak sistem pengolahan apabila masuk kedalam Tangki ipal atau septic tank.

Pengelolaan limbah minyak dan lemak dengan menggunakan Grease Trap adalah salah satu bagian yang terpenting dari waste water management (pengelolaan air limbah) dan saat ini telah digunakan di hampir semua proyek konstruksi perumahan, apartemen, perkantoran, ruko/rukan, restoran, perkantoran, salon, & pabrik industri.

Cara Pasang Grease Trap Portable Biofive :

Grease Trap terdiri dari minimal 3 ruangan yaitu :

  1. Ruang pertama terdapat basket yang di rancang untuk mampu menjebak padatan atau sisa makanan dari Air cucian dapur. air mengalir dari bawah ke atas karna massa minyak lebih ringan dari massa air.
  2. Ruang kedua di rancang untuk dapat menahan sisa makan halus dan lemak yang terjebak
  3. Ruang ketiga terdapat pipa tee dengan pipa kebawah agar hanya air bersih saja yang dapat keluar melalui pipa outlet.

Cara pembersihan Grease Trap :

  1. Buka tutup portable grease trap
  2. Angkat dan bersihkan basket / keranjang penjeba padatan sisa makanan atau cucian
  3. Angkat lemak / minyak / grees yang terjebak pada setiap ruang sekatan dengan cara manual memakai serokan kain.

Rumah Tangga yang memakai Grease Trap portable sebaiknya melakukan pembersihan  2-4 x seminggu.

Restoran dapat memakai perangkap lemak  dengan ukuran yang besar berbanding dengan kapasitas air buangan perhari dan pembersihannya dapat di lakukan setiap hari sebelum Restoran di buka agar bau dari grease tidak menggangu aktifitas restoran.

Harga Grease Trap dan Pemesanan dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 767 90 777 ( WA )
Telp. 021-3110 8022.
Email : marketing@biofive.co.id

PORTABLE TOILET

PORTABLE TOILET

Bagaimana memilih Portable Toilet yang baik ?

Portable Toilet yang baik adalah portable Toilet yang dapat menjadi solusi kebutuhan akan alat Sanitasi seperti halnya Toilet Umum. Portable Toilet juga mudah di aplikasi kan tanpa memerlukan perawatan khusus sehingga tidak menganggu pengguna Toilet ini.

Seiring dengan banyaknya pembangunan atau proyek-proyek di dalam kota, yang sangat memerlukan sanitari untuk kebutuhan pembuangan tinja sehari-hari para tukang-tukang bangunan ataupun staff teknisi kontraktor, maka dengan adanya keperluan itu banyak sekali kontraktor memerlukan toilet Portable sebagai ganti WC permanen yang belum jadi. 

Kebutuhan akan Pengolahan air limbah, sangatlah diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih atau ramah lingkungan agar tidak mengganggu aktifitas di luar yang belum tentu tersedianya air bersih ataupun sarana prasarana pembuangan tinja.

Toilet portabel ini di buat dari Bahan fiberglass, yang biasanya telah dirancang sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan akan peralatan mandi pada umumnya.

Biofive Portable Toilet salah satu yang telah memenuhi syarat tersebut, di lengkapi kelengkapan atau asesoris kamar mandi seperti.

Toren air yang dapat di aplikasi secara manual isi ulang dan otomatis dengan langsung di sambung pipa air ke sumber air atau tandon air sehingga kebutuhan akan air bersih pada Toilet ini terpenuhi.

Pengolahan air limbah dari Toilet sebagai penampung limbah manusia yang sering di sebut septic tank pada Portable ini juga sudah dilengkapi dengan sistem pengolahan biotech sama halnya dengan septic tank biotech, yang di lengkapi dengan sistem overflow dan penguraian oleh bakteri sehingga buangan air overflow septic tank tidak mencemari lingkungan.

Kelengkapan lainnya seperti : Gantungan baju, Fitting lampu penerangan dengan stop kontak yang praktis, Ventilasi dari ruangan Toilet pun sudah tersedia dari 3 dimensi untuk memaksimalkan sirkulasi udara masuk dan keluar dari cabin Toilet

portable toilet

Informasi mengenai Produk Portable Toilet dan Harga Toilet Portable dapat menghubungi marketing kami akan senang hati memberikan pelayanan dengan cepat dan memuaskan :

Biofive Merk PATEN, Bentuk dan Model Toilet di lindungi oleh Hak CIPTA Desain Industri.

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-3110 8022
Email : marketing@biofive.co.id

SEPTIC TANK BIOFIVE

SEPTIC TANK

Tangki septik (bahasa inggris: Septic Tank) adalah suatu kolam atau bak bersekat-sekat sehingga terbagi-bagi dalam beberapa ruang, biasanya terdapat di bawah tanah. Tangki septik merupakan tempat pembuangan yang dibuat tangki ini dibuat dengan bahan yang kedap air sehingga air dalam tangki septik tidak dapat meresap ke tanah. Tangki septik berguna untuk pembuangan kotoran, tinja, dan sebagainya, yang tidak boleh disalurkan ke saluran pembuangan umum karena kekotorannya, dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. ( Pengertian Septic Tank Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ).

Dalam tangki septik, air pembuangan dan bahan padat yang ikut diberi kesempatan membusuk dan musnah secara alamiah. Air yang keluar karena berlebih dibuang ke sumur septik yang dapat meneruskannya ke air tanah tanpa mengganggu kebersihan air tanah.

Jika tidak diguyur dengan obat pembasmi renik, untuk jangka waktu lama, tangki septik tidak perlu dikuras. Tangki septik digunakan untuk mengolah limbah cair rumah tangga skala individual. Tangki septik terdiri dari bak pengendap, ditambah dengan suatu filter yang diisi kerikil atau pecahan batu untuk menguraikan limbah.

System Septic Tank Biofive

Penguraian zat organik dalam limbah cair atau tinja dilakukan oleh bakteri anaerobik. Bak pengendap biasanya terdiri dari dua ruangan, yang pertama berfungsi sebagai bak pengendap pertama, pengurai lumpur (sludge digestion) dan penampung lumpur. Sedangkan ruang kedua berfungsi sebagai pengendap kedua dan penampung lumpur yang tidak terendapkan, di ruang pertama dan luapan air dari bak pengendap dialirkan ke media filter dengan arah aliran dari bawah ke atas.

Pembuatan tangki septik berfungsi untuk mencegah timbulnya penyakit perut menular sepert tifus, kolera, disentri dan sebagainya, yang menyebar melalui tinja/feses atau kotoran manusia. Karenanya, pengelolaan kotoran tersebut harus dilakukan secara baik dan berencana, agar hasilnya tidak berpengaruh negatif terhadap kesehatan, kebersihan dan estetika lingkungan.

Septic Tank Komunal / Tangki IPAL Komunal yang kami produksi salah satu jenis septic tank yang modern dan telah terbukti sebagai produk sanitari yang hasil buangannya ramah lingkungan, proses pembuatan tangki septic tank kami di proses melalui mesin filament wending system agar dinding dari tangki lebih kuat dan solid. System pengolahan pada septic tank kami terapkan metode – metode yang mutahir dari teknology Biotech dan Biofilter System.

Untuk Ukuran Septic Tank Pemakaian Rumah Tangga, Kantor, Pabrik, Ruko, Sekolah, kami sediakan banyak model dan Volume berdasarkan penghuni.

Type LC Series
Type BV series
Type BG series

Type BCK series 

Type BC series

Bio Septic Tank Komunal atau Ipal Komunal untuk Limbah Domestik masyarakat dalam kapasitas besar dengan model Tangki Ipal di bawah ini :

Harga Septic Tank, berbeda sesuai dengan model di atas dengan masing masing kualitas dan ber garansi resmi, dari perusahaan 10 tahun, banyak toko atau perorangan / home industri di pasaran menawarkan harga yang murah, namun perlu di perhatikan cara pembuatan dan garansi nya tidak resmi di lindungi hukum.

Para Customer dapat melihat  Model Bioseptic tank / Tangki IPAL yang sesuai dengan kebutuhan Customer, Kami berikan Harga dan Garansi Resmi Perusahaan, hubungi marketing kami :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 767 90 777 ( WA )
Telp. 021-3110 8022.
Email : marketing@biofive.co.id

Brosur ipal dan Referensi

BROSUR DAN REFERENSI

IPAL / STP / WWTP BIOFIVE

Biofive telah banyak bekerjasama dengan kontraktor, Developor, dan end user di seluruh Indonesia dalam memasarkan dan menjual Tangki IPAL / STP / WWTP dengan merk BIOFIVE yang telah di PATEN untuk menjaga kualitas dari produk – produk yang di hasilkan maka kami selalu menginovasi dalam pengembangan Teknologi pengolaha air limbah dalam skala kecil sampai besar dengan menggunakan Mesin Filament Winding system dan bahan – bahan fiberglass import serta di dukung oleh tenaga ahli yang telah mumpuni di bidang IPAL agar tercipta produk yang baik dan hasil pengolahan yang dapat mengikuti dari ketentuan peraturan dari BPLH setempat.

Adapun beberapa pengguna IPAL Biofive sbb :

PT. LG Electronic Indonesia – STP                 PT. Baisan Indonesia – STP       PT Joenoes Ikamulya – STP

PT. Panca Nabati – STP                                   PT. Bumi Karya Persada – STP      Universitas Polinema Malang

PT. YogaTama Wahana Karya – STP             Ijen Resort – WWTP                      RSIA Citra Arafiq

PT. Batu Tua Tembaga – STP                        PT. Trimitra Wisesa Abadi – STP   RSIA Permata Serdang

PT. Astha Saka – STP                                       PT. Nikoi Island – STP                      PT. WIKA

PT. Amanat Sentosa -WWTP                        Restoran Rumah Kayu – WWTP / STP    PT. Waskita

PT. Teras Sejahtera Tehnik – WWTP          Hotel Bliss Soeta – STP                         PT. Totalindo Eka Persada

Hotel Summerbird – IPAL                             PT. Exitama – STP                                PT. Hutama Karya

PT. Ssyang Yong – IPAL                                 PT. Djarum Indonesia – IPAL             PT. Taikisa

PT. Wika – STP                                                PT. KOBE – WWTP.                               PT.  Kapuk Naga Indah

dan banyak lagi perusahaan dan instansi serta individu yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, adapun tujuan kami menuliskan beberapa perusahaan atau instansi yang telah menggunakan produk kami agar dapat menjadi testimoni yang nyata dari Ipal Biofive.

Foto Testimoni Ipal Biofive

Referensi Pengguna STP, Ipal, Wwtp, Grease Trap Biofiv, pdf

Brosur Ipal Biofive, Ipal Individu, Ipal Komunal, Ipal Domestik,

Brosur Ipal Komunal Biofive

ukuran untuk menentukan pilihan besar volume Tangki Ipal Organik dapat di pakai untuk pengolahan air limbah dari pasar, Pemotongan Hewan.

Brosur WWTP, IPAL Biofive, IPAL ORGANIK

Untuk Respon cepat mengenai produk ipal dan harga ipal dapat langsung menghubungi :

Flowrence, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-22 55 3770   Fax. 021-2255 6581.
Email : marketing@biofive.co.id

 

IPAL Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Hewan

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN
( IPAL RPH )  DENGAN PROSES BIOFILTER

Pencemaran lingkungan dan pengawasan terhadap kualitas daging Sapi potong di daerah Sumatera sangat diperhatikan oleh Pemerintah Sumatera melalui Suku Dinas Peternakan Sumatera berupaya untuk membuat pengolahan air limbah rumah potong hewan yang berasal dari pasar pemotongan hewan ( RPH ) sapi agar tidak mencemari lingkungan di sekitarnya yang banyak terjadi di wilayah lain, membangun suatu instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ) rumah potong hewan sebelum pasar itu beroperasi sangatlah bagus di banding membangun ipal setelah terjadinya pencemaran karena pasar sudah beroperasi.

Tujuan dan sasaran dari kegiatan ini adalah merancang bangun instalasi pengolahan limbah cair rumah potong hewan khususnya hewan sapi dengan proses biofilter. Sedangkan sasaran yang diperoleh adalah diperolehnya teknologi pengolahan limbah cair rumah potong hewan yang dapat mengatasi pencemaran lingkungan.

Disain unit alat pengolahan air limbah dirancang berdasarkan jumlah dan kualitas air baku kubikasi perhari untuk menentukan Volume pengolahan Tangki ipal biofilter serta disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada. Tangki Ipal pengolahan air limbah tersebut akan di rancang dalam bentuk yang kompak agar pemasangan/pembangunan serta operasinya mudah, serta diusahakan menggunakan energi sekecil mungkin.

Proses pengolahan limbah RPH Sapi menggunakan Proses Pengolahan IPAL BIOFILTER, Proses pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan sistem biofilter anaerob-aerob dapat dilihat pada gambar 1. Seluruh air limbah dari kegiatan rumah potong hewan di alirkan ke saluran pembuangan dan di lewatkan melalui saringan kasar ( bar screen ) untuk menyaring sampah / padatan yang berukuran besar seperti : Bulu hewan, plastik, daun, kertas, usus. dll. Setelah melalui screen air limbah di alirkan ke Grease Trap / Bak pemisah lemak atau minyak untuk memisahkan lemak atau minyak serta untuk mengendapkan kotoran pasir, tanah atau padatan-nya yang berasal dari kegiatan pemotongan hewan yang tidak dapat di terurai secara biologis.

Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke bak ekualisasi yang akan berfungsi sebagai bak penampungan limbah dan bak kontrol aliran yang akan selanjutnya di alirkan ke Tangki IPAL. Di dalam unit IPAL tersebut pertama air limbah di alirkan masuk ke dalam bak pengendapan awal yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir, kotoran organik yang tersuspensi, ruang pertama ini berfungsi pula sebagai slugde digester ( pengurai lumpur ) atau sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan dan penampung lumpur.

Air limpasan dari ruang  pengendapan awal akan di alirkan ke ruang kontaktor anaerob dengan arah aliran dari bawah ke atas dimana ruang kontaktor anaerob telah diisi oleh media biofilter honey comb / sarang tawon pvc, penguraian zat-zat organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerob atau facultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi maka di permukaan media biofilter akan tumbuh lapisan film mikro-organisme yang berfungsi untuk mengurai zat organik yang tidak terurai di ruang pengendapan awal.

Air limpasan dari  ruang kontaktor anaerob dialirkan ke ruang kontaktor aerob. Di dalam ruang kontaktor aerob ini di isi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon, serta di aerasi atau di hembus dengan udara dari mesin blower  sehingga mikroorganisme yang ada akan mengurai zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme yang tersuspensi didalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian Zat organisasi, Deterjen serta mempercepat proses nutrifikasi, sehingga efisiensi penghilang ammonia menjadi lebih besar. Proses ini disebut juga proses Aerasi kontak ( Contact Aeration ).

Dari Ruang Aerasi, Air dialirkan ke bak pengendapan akhir. Didalam Ruang ini Lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet pengendapan awal dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan ( Over Flow ) dialirkan ke ruang khlorinasi. Di dalam ruang kontaktor khlor untuk dikontakkan dengan senyawa senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan atau air buangan yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi  sudah dapat di alirkan langsung ke sungai atau saluran umum.

pengolahan air limbah rumah potong hewan

Keunggulan IPAL pengolahan air limbah rumah potong hewan dengan System BIOFILTER Anaerob-Aerob :

  • Biaya operasinya rendah dan murah.
  • Terbukti mampu menurunkan Zat Organik ( BOD, COD ), Ammonia, Padatan tersuspensi ( SS ), phospat, nitrogen dan lainnya.
  • Pengoperasiannya Mudah ( Pengoperasiannya tanpa dilakukan sirkulasi lumpur, tidak terjadi masalah “bulking” seperti pada proses lumur aktif ( Activated sludge process ).
  • Lumpur yang dihasilkan sedikit ( 10-30% ).
  • Dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi zat organik rendah maupun tinggi.
  • Tahan terhadap fluktuktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi.
  • Pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil.
  • Tidak menyebabkan Euthropikasi.

Untuk Respon cepat mengenai produk ipal dan harga ipal dapat langsung menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )

IPAL LABORATORIUM

IPAL  LABORATORIUM KIMIA. 

Limbah menurut Recycling and Waste Management Act (krW-/AbfG) didefinisikan sebagai benda bergerak yang diinginkan oleh pemiliknya untuk dibuang atau pembuangannya dengan cara yang sesuai, yang aman untuk kesejahteraan umum dan untuk melindungi lingkungan.

Adanya bahan kimia di universitas di mulai dari pemberian bahan yang diperlukan dari gudang bahan kimia kepada pekerja atau mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktek di laboratorium. Bahan tersebut digunakan untuk sintesis maupun analisis. Karena tujuan penggunaannya maka terbentuk bahan awal, produk samping, pelarut yang digunakan dan bahan kimia yang terkontaminasi, dimana bahan ini harus diurai atau dibuang jika daur ulangnya tidak mungkin dilakukan. Berlawanan dengan limbah industri, limbah kimia dari laboraotrium di universitas yang terbentuk biasanya dalam jumlah kecil dari campuran yang sangat kompleks. Intinya, hal ini menyatakan jumlah limbah yang berarti, yang harus dibuang dari universitas dengan menggunakan dananya sendiri.  Untuk membuang limbah laboratorium, yang mungkin berbeda pada tempat yang berbeda pula, cara yang sesuai bergantung pada tipe percobaan yang dilakukan dan bahan kimia yang digunakan. Tetapi beberapa tipe limbah berbahaya yang dihasilkan tidak dapat dibuang dalam bentuk aslinya dan harus diolah terlebih dahulu. Dengan bantuan proses yang sesuai, limbah tersebut dapat dihilangkan sifat racunnya di tempat bahan tersebut dihasilkan. Keuntungan dari penghilangan sifat racun juga mengurangi resiko kontaminasi pada pekerja yang tidak berpengalaman dalam menanganinya bila terjadi kecelakaan dengan limbah ini, oleh karena itu hal ini juga untuk menghindari resiko terhadap kontaminasi lingkungan.

ipal laboratorium

 

Konsep manajemen limbah ipal laboratorium

Menghindari, mengurangi dan membuang limbah laboratorium

Akan lebih baik untuk menghindari pembentukan limbah pada langkah yang sangat awal. Hal ini juga merupakan tujuan utama dari Recycling and Waste Management Act (krW-/AbfG) yang dikemukakan pada tahun 1996. (Nama lengkapnya: Undang-undang untuk manajemen daur ulang dan menyelamatkan limbah buangan yang aman terhadap lingkungan). Setelah aturan tersebut, setiap orang yang mengembangkan, menghasilkan, mengolah dan memproses atau menyebarkan bahan mempunyai komitmen untuk menghindari limbah. Jika tidak mungkin untuk dihindari maka jumlah limbah harus dikurangi dengan pengumpulan terpisah dan pengukuran daur ulang. Akhirnya, setelah semua usaha ini dilakukan, jumlah limbah yang masih tersisa harus dibuang sebagai ”tanpa resiko” terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan kembali limbah laboratorium dapat dilakukan, misalnya: untuk bahan kimia yang telah digunakan setelah melalui prosedur daur ulang yang sesuai. Sebagai contoh, hal ini paling sesuai untuk pelarut yang telah digunakan. Pelarut organik seperti etanol, aseton, kloroform dan dietil eter dikumpulkan di dalam laboratorium secara terpisah dan diperlakukan dengan distilasi.

Selama semua pengerjaan (dalam hal ini: percobaan kimia) dimana terbentuk sejumlah besar limbah harus diperiksa dengan hati-hati, apakah mungkin untuk mengurangi jumlah limbah dengan penggunaan pengukuran yang sesuai (misal: kondisi reaksi lainnya, penurunan skala volume reaksi). Hanya dalam kasus dimana pengurangan jumlah limbah lebih lanjut tidak mungkin secara prophylaxis dan pengukuran daur ulang, maka cara lama untuk pembuangan limbah harus dilakukan.

Limbah Berbahaya di Laboratorium

Kelompok penting dari limbah adalah bahan kimia sisa/residu yang biasanya dikelompokkan sebagai limbah berbahaya. Senyawa ini dilarang untuk dibuang melalui pengumpulan limbah publik atau melalui saluran air limbah yang umum. Tipe limbah yang digolongkan sebagai limbah berbahaya harus dikumpulkan secara terpisah dan dikirimkan oleh penghasilnya kepada perusahaan pembuangan yang telah disetujui. Penghasil limbah juga harus mengirimkan data yang sesuai tentang tipe limbah berbahaya tersebut. Berdasarkan tipe limbahnya, nilai ambang batas tertentu untuk kandungan dan sifat bahan kimia harus dipatuhi. Senyawa yang hanya bisa dibuang dengan biaya tinggi harus dihindari, jika dimungkinkan diganti dengan bahan pengganti yang sesuai, yang dapat dibuang dengan biaya yang lebih efektif dan dengan cara yang ramah terhadap lingkungan.

Pengumpulan Limbah Berbahaya

Limbah berbahaya dikumpulkan dalam wadah khusus, mematuhi aturan yang berlaku(misalnya:”Ordinance on the Hazardous Substances, juga lihat: “Legal Conditions for the Handling of Hazardous Substances” and ”Technical Guidelines on Safety in Chemical Laboratory Courses”). Tipe limbah yang berbeda sebaiknya tidak dicampur menjadi satu. Untuk setiap tipe limbah digunakan wadah khusus, yang telah diberikan oleh universitas untuk pengumpulan. Wadah ini akan dikembalikan ke gudang penyimpanan limbah. Wadah tersebut tidak boleh diisi lebih dari 90% (untuk menghindari tumpahan selama pengangkutan) dan harus ditutup rapat serta diberi label dengan benar. Jika tidak, perusahaan penanganan limbah tidak diijinkan untuk menerimanya. Wadah yang rusak, bocor atau terkontaminasi dengan senyawa berbahaya juga tidak dapat diterima.  Aturan umum untuk penanganan limbah berbahaya adalah menghindari resiko yang membahayakan terhadap manusia dan lingkungan baik selama penyimpanan, pengangkutan dan pembuangan bahan-bahan tersebut.

Air Limbah yang Terbentuk Di Laboratorium

Air limbah laboratorium adalah cairan apa saja yang berasal dari tempat pencucian. Pada kasus yang ideal biasanya mengandung sedikit air. Pada praktek sehari-hari, limbah ini biasanya mengandung larutan berair yang telah terlebih dahulu dinetralkan menjadi pH 6 sampai 8 dan tidak mengandung logam-logam berat.  Selama pembuangan air limbah, ambang batasnya harus sesuai dan biasanya nilai ini diberikan oleh pejabat pengurus air limbah yang berwenang. Harus dipatuhi bahwa dilarang mengencerkan air limbah dalam usaha untuk mencapai nilai ambang batas ini. Sebagai contoh Tabel 1-3 menyajikan nilai ambang batas untuk polutan yang berbeda di Technical University of Braunschweig. Bila hasilnya melebihi nilai tersebut maka biaya perlakuan air limbah akan membengkak.  Senyawa yang diijinkan untuk dibuang ke dalam air limbah adalah senyawa yang tidak terdapat dalam tabel berikut, tidak digolongkan sebagai senyawa berbahaya, dan jika bahan tersebut tidak berbahaya untuk lingkungan dan untuk pengoperasian instalasi pengolahan air limbah ipal laboratorium.

Parameter Dasar yang Penting Untuk Kualitas Air Limbah

Nilai pH dari air limbah harus berkisar antara 6,0 sampai 10,5

Temperatur tidak melebihi 35oC

Toksisitas air limbah harus lebih kecil dari nilai yang dapat mempengaruhi proses biologi pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL ), pembuangan lumpur atau penggunaan lumpur.

• Konsentrasi zat warna dalam air limbah harus kurang dari nilai yang dapat menyebabkan perubahan warna pada IPAL umum.

• Nilai ambang batas untuk fenol dibuat rendah (0,025 mg/L air limbah) karena senyawa ini dapat menyebabkan rasa-sakit yang sangat susah dihilangkan selama pemurnian air.

• Nilai ambang batas untuk senyawa yang menggunakan oksigen seperti natrium sulfit, garam besi (II) dan tiosulfat ditetapkan 50 mg/L air limbah.

Tabel 1: Senyawa anorganik – Nilai ambang batas (TLV) untuk kation

Kation TLV (mg/L)
Antimoni 0,25
Arsen 0,05
Barium 1,0
Timbal 0,5
Kadmium 0,5
Kromium 0,5
Kromium (VI) 0,1
Kobalt 1,0
Tembaga 0,5
Nikel 0,5
Merkuri 0,025
Perak 0,25
Zinc 2,5
Tin 0,5

Tabel 2: Senyawa anorganik – Nilai ambang batas (TLV) untuk anion

Anion TLV (mg/L)
Sianida 10
Fluorida 25
Sulfat 300
Sulfida 1,0

Catatan : larutan berair yang tersisa setelah ekstraksi dengan diklorometana atau

kloroform harus dibuang sebagai limbah berbahaya (mengandung hidrokarbon

terklorinasi, VOX) atau harus dibuat tidak volatil dengan menggunakan metoda yang

sesuai (misalnya: purging).

Catatan Khusus Pada Pembuangan Limbah Kimia Dari Laboratorium

Dianjurkan untuk mendetoksifikasi sejumlah kecil limbah bahan kimia berbahaya di laboratorium oleh staff yang berkompeten. Keterangan lebih rinci tentang prosedur yang dapat digunakan terdapat pada cara pengerjaannya. Tipe limbah berbahaya berikut selalu terjadi pada pekerjaan di laboratorium. Oleh karena itu, berikut ini diberikan beberapa informasi untuk mengolah dan membuangnya.

Bahan kimia sisa:

Sebagai bahan kimia sisa, hanya bahan berikut yang dapat dibuang yaitu jika

• penyusunnya telah diketahui

• tidak digolongkan sebagai bahan yang mudah meledak, dan

• tidak bersifat radioaktif

Semuanya harus tidak mengandung penyusun yang sangat beracun seperti dibenzodioksin dan furan terpoliklorinasi (PCDD/F), bifenil terpoliklorinasi (PCB) atau bahan untuk perang. Wadah limbah harus diberi label dengan benar meskipun pada wadah yang kecil. Bejana kecil dan vial yang digunakan untuk produk reaksi dari pekerjaan lab dapat dikumpulkan dalam wadah untuk bahan padataan dan diberi keterangan, contohnya: sebagai “produk sintesis dari pekerjaan lab kimia anorganik dalam vial). Jika bahan kimia tidak diketahui (misal : dalam bejana tanpa label), dianjurkan untuk mengelusidasi tipe dari senyawa yang tersebut. Bahan kimia yang telah digolongkan pada golongan limbah tertentu harus dibuang sesuai dengan golongan tersebut. Sebagai contoh adalah asam klorida. Bahan ini dimasukkan ke dalam kelompok limbah “asam anorganik, campuran asam dan mordants. Artinya, HCl harus tidak dibuang sebagai bahan kimia sisa/residu. Bahan kimia lama yang disimpan di dalam bejana tertutup sebaiknya ditawarkan kepada kelompok atau institusi lain untuk kepentingan yang lain. Bahan ini dapat dibuang hanya jika tidak ada seorangpun yang tertarik untuk memilikinya dalam jangka waktu yang telah ditentukan.  Terdapat pula pengambilan kembali bahan kimia dan pelarut dalam jumlah besar oleh pembuat bahan kimia tersebut. Sebagai contoh, Perusahaan Merck menawarkan suatu layanan dengan nama Retrologistics. Bahan kimia yang dikirimkan akan diuji kondisinya dan tipe serta jumlahnya didokumentasikan. Kandungan dari bejana kecil dengan bahan kimia yang diketahui akan digabungkan menjadi jumlah yang lebih besar. Setelah analisis dan kontrol kualitas, senyawa tersebut akan digunakan dalam produksi dan sintesis. Jika penggunaan kembali tidak dimungkinkan, bahan kimia tersebut akan dibuang menurut aturan yang telah ditetapkan.

Asam Anorganik, Campuran Asam dan Mordant

Nilai pH dari larutan ini harus di bawah 6. Larutan asam berair ini harus bebas dari

• sianida (jika tidak, maka akan terbentuk hidrogen sianida !)

• ion amonium (maks. 0,1 mol/L diijinkan), dan

• tipe senyawa organik lainnya (misal : pelarut, lemak dan minyak)

Asam yang telah digunakan yang mengandung asam nitrat (misalnya campuran asam nitrat) harus dinetralkan dan kemudian dibuang sebagai ”dibersihkan dan dicuci dengan air)” Larutan asam yang tidak mengandung logam berat atau bahan berbahaya lainnya dapat dinetralkan dengan natirum hidroksida atau natrium hidrogen karbonat dalam jumlah molar yang sama dan kemudian dibuang ke dalam air limbah laboratorium.

Basa, Campuran Basa dan Mordant

Limbah golongan ini merupakan limbah cair dengan pH di atas 8. Larutan basa hidroksida berair ini harus bebas dari

• sianida

• ion amonium (maks. 0,1 mol/L, jika tidak akan terjadi pelepasan amonia !), dan

• tipe senyawa organik lainnya (misal : pelarut, lemak dan minyak)

Larutan basa yang tidak mengandung logam berat atau bahan berbahaya lainnya dapat dinetralkan dengan asam klorida dengan jumlah molar yang sama dan kemudian dibuang ke dalam air limbah laboratorium.

Air Dari Pembersihan Dan Pencucian yang mengandung garam logam

Limbah golongan ini mengandung larutan berair dari garam logam yang harus bebas dari

• sianida

• ion amonium (maks. 0,1 mol/L diijinkan), dan

• tipe senyawa organik lainnya (misal : pelarut, lemak dan minyak)

Untuk larutan berair ini dimungkinkan terjadinya pengurangan volume yang nyata dengan menggunakan pengukuran konsentrasi.

Berdasarkan pemaparan tersebut maka sistem pengolahan limbah (SPAL) untuk skala laboratorium seperti di atas akan sangat bagus untuk diterapkan pada lingkungan laboratorium kimia.

Untuk Informasi Harga ipal laboratorium dan produk ipal laboratorium dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE

Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )

Telp. 021-3110 8022

Email : marketing@biofive.co.id

 

IPAL Industri

Pengolahan air limbah Industri | IPAL Industri.

Pencemaran terjadi akibat bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas masuk lingkungan hingga terjadi perubahan kualitas lingkungan, Sumber bahan beracun dan berbahaya dapat diklasifikasikan:

  1. industri kimia organik maupun anorganik
  2. penggunaan bahan beracun dan berbahaya sebagai bahan baku atau bahan penolong
  3. peristiwa kimia-fisika, biologi dalam pabrik.

Ada 3 Tahapan Instalasi pengolahan Limbah Industri sbb :

  • Pengolahan Fisik

Pada umumnya sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan diinginkan agar bahan – bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan – bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Metode – metode pengolahan secara fisik meliputi penyaringan, pengendapan, pengapungan, pengadukan dan pengeringan lumpur.

1. Screen (Penyaringan)

Fungsinya adalah untuk menahan benda- benda kasar seperti sampah dan benda- benda terapung lainnya.

2. Equalisasi ( Pengadukan )

Karakteristik air buangan dari industri seringkali tidak konstan, misalnya unsur – unsur pH, warna, BOD dan sebagainya. Hal ini akan menyulitkan dalam pengoperasian suatu instalasi pengolahan air limbah, sehingga dibuat suatu sistem equalisasi sebelum air limbah tersebut diolah.

3. Sedimentasi (Pengendapan)

Proses Pengendapan adalah pengambilan partikel – partikel tersuspensi yang terjadi bila air diam atau mengalir secara lambat melalui bak sedimentasi / Pengendapan. Partikel – partikel ini akan terkumpul pada dasar kolam, membentuk suatu lapisan lumpur. Air yang mencapai outlet tangki sedimen akan berada dalam kondisi yang jernih. Proses pengendapan yang terjadi dalam suatu bak pengendapan merupakan unit utama pada pengolahan fisik. Ada dua macam bak pengendapan yaitu bak pengendapan dengan arah aliran horizontal dan aliran vertikal.

4. Mixing dan Stiring (Pencampuran dan pengadukan)

Mixing adalah pencampuran dua zat atau lebih membentuk campuran yang homogen. Stiring adalah pengadukan campuran homogen hasil mixing sehingga terjadi proses penggumpalan dari zat – zat yang ingin dipisahkan dari air.

5. Pengeringan lumpur

Penurunan kadar lumpur yang dilakukan dengan pengolahan fisik yang terdiri dari salah satu atau kombinasi unit – unit berikut :

1. Pengentalan lumpur (Sludge Thickener)

2. Pengeringan lumpur (Sludge Drying Bed)

  • Pengolahan Kimia

Pengolahan kimia untuk air yang dapat dilakukan pada pengolahan air buangan industri adalah koagulasi – flokulasi, netralisasi, adsorbsi, dan desinfeksi. Pengolahan ini menggunakan zat – zat kimia sebagai pembantu yang bertujuan untuk menghilangkan partikel – partikel yang tidah mudah mengendap (koloid), logam berat dan zat organik beracun.

  • Pengolahan Biologi

Pengolahan biologi adalah pengolahan air limbah dengan memanfaatkan aktivitas biologi (aktivitas mikroorganisme) dengan tujuan menyisihkan bahan pencemar dalam air limbah. Proses pengolahan biologi adalah penurunan bahan organik terlarut dan koloid dalam air limbah menjadi serat – serat sel biologi (berupa endapan lumpur), kemudian diendapkan pada bak sedimentasi. Proses ini dapat berlangsung secara aerob (dengan bantuan oksigen) maupun anaerob (tidak dengan bantuan oksigen).

Ada 3 macam pengolahan biologi yang banyak diterapkan saat ini, yaitu:

1. Lumpur aktif.

2. Trickling filter.

3. Kolam oksidasi.

Diantara sistem pengolahan limbah secara biologi tesebut tricling filter dapat menurunkan nilai BOD 80 – 90 %. Pada proses pengolahan biologi dengan menggunakan jenis trickling filter dengan cara melewatkan air limbah ke dalam media filter yang terdiri dari materi yang kasar dan keras. Zat organik yang terdapat di dalam air limbah diuraikan oleh bakteri dari mikroorganisme baru, sehingga populasi mikroorganisme pada permukaan media filter semakin banyak dan membentuk lapisan seperti lendir (slyme).

 IPAL INDUSTRI

Unit IPAL Industri dirancang sedemikan rupa agar cara operasinya mudah dan biaya operasionalnya murah. Unit ini terdiri dari perangkat utama dan perangkat penunjang. Perangkat utama dalam system pengolahan terdiri dari unit pencampur statis (static mixer), bak antara, bak koagulasi-flokulasi, saringan multimedia/ kerikil, pasir, karbon, mangan zeolit (multimedia filter), saringan karbon aktif (activated carbon filter), dan saringan penukar ion (ion exchange filter). Perangkat penunjang dalam sistem pengolahan ini dipasang untuk mendukung operasi treatment yang terdiri dari pompa air baku untuk intake (raw water pump), pompa dosing (dosing pump), tangki bahan kimia (chemical tank), pompa filter untuk mempompa air dari bak koagulasi-flokulasi ke saringan/filter, dan perpipaan serta kelengkapan lainnya.

Proses pengolahan diawali dengan memompa air baku dari bak penampungan kemudian diinjeksi dengan bahan kimia ferrosulfat dan PAC (Poly Allumunium Chloride), kemudian dicampur melalui static mixer supaya bercampur dengan baik. Kemudian air baku yang teroksidasi dialirkan ke bak koagulasiflokulasi dengan waktu tinggal sekitar 2 jam. Setelah itu air dari bak dipompa ke saringan multimedia, saringan karbon aktif dan saringan penukar ion. Hasil air olahan di masukkan ke bak penampungan untuk digunakan kembali sebagai air pencucian. Diagram proses IPAL industri pelapisan logam dapat dilihat

Gambar 3.6. Proses Pengolahan Limbah Industri Kecil ( ipal industri ).

ipal industri, ipal anaerob aerob 20m3

Cara Kerja IPAL Industri

a. Pompa Air Baku (Raw water pump)

Pompa air baku yang digunakan jenis setrifugal dengan kapasitas maksimum yang dibutuhkan untuk unit pengolahan (daya tarik minimal 9 meter dan daya dorong 40 meter). Air baku yang dipompa berasal dari bak akhir dari proses pengendapan pada hasil buangan limbah industri pelapisan logam.

b. Pompa Dosing (Dosing pump)

Merupakan peralatan untuk mengijeksi bahan kimia (ferrosulfat dan PAC) dengan pengaturan laju alir dan konsentrasi tertentu untuk mengatur dosis bahan kimia tersebut. Tujuan dari pemberian bahan kimia ini adalah sebagai oksidator.

c. Pencampur Statik (Static mixer)

Dalam peralatan ini bahan-bahan kimia dicampur sampai homogen dengan kecepatan pengadukan tertentu untuk menghindari pecah flok.

d. Bak Koagulasi-Flokulasi

Dalam unit ini terjadi pemisahan padatan tersuspensi yang terkumpul dalam bentuk-bentuk flok dan mengendap, sedangkan air mengalir overflow menuju proses berikutnya.

e. Pompa Filter

Pompa yang digunakan mirip dengan pompa air baku. Pompa ini harus dapat melalui saringan multimedia, saringan karbon aktif, dan saringan penukar ion.

f. Saringan Multimedia

Air dari bak koagulasi-flokulasi dipompa masuk ke unit penyaringan multimedia dengan tekanan maksimum sekitar 4 Bar. Unit ini berfungsi menyaring partikel kasar yang berasal dari air olahan. Unit filter berbentuk silinder dan terbuat dari bahan fiberglas. Unit ini dilengkapi dengan keran multi purpose (multiport), sehingga untuk proses pencucian balik dapat dilakukan dengan sangat sederhana, yaitu dengan hanya memutar keran tersebut sesuai dengan petunjuknya. Tinggi filter ini mencapai 120 cm dan berdiameter 30 cm. Media penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan mangan zeolit. Unit filter ini juga didisain secara khusus, sehingga memudahkan dalam hal pengoperasiannya dan pemeliharaannya.  Dengan menggunakan unit ini, maka kadar besi dan mangan, serta beberapa logam-logam lain yang masih terlarut dalam air dapat dikurangi sampai sesuai dengan kandungan yang diperbolehkan untuk air minum.

g. Saringan Karbon Aktif

Unit ini khusus digunakan untuk penghilang bau, warna, logam berat dan pengotor-pengotor organik lainnya. Ukuran dan bentuk unit ini sama dengan unit penyaring lainnya. Media penyaring yang digunakan adalah karbon aktif granular atau butiran dengan ukuran 1 – 2,5 mm atau resin sintetis, serta menggunakan juga media pendukung berupa pasir silika pada bagian dasar.

h. Saringan Penukar Ion

Pada proses pertukaran ion, kalsium dan magnesium ditukar dengan sodium. Pertukaran ini berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari bahan yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. Bahan penukar ion pada awalnya menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu greensand yang biasa disebut zeolit, Agar lebih efektif Bahan greensand diproses terlebih dahulu. Disamping itu digunakan zeolit sintetis yang terbuat dari sulphonated coals dan condentation polymer. Pada saat ini bahan-bahan tersebut sudah diganti dengan bahan yang lebih efektif yang disebut resin penukar ion. Resin penukar ion umumnya terbuat dari partikel cross-linked polystyrene. Apabila resin telah jenuh maka resin tersebut perlu diregenerasi. Proses regenerasi dilakukan dengan cara melewatkan larutan garam dapur pekat ke dalam unggun resin yang telah jenuh. Pada proses regenerasi terjadi reaksi sebaliknya yaitu kalsium dan magnesium dilepaskan dari resin, digantikan dengan sodium dari larutan garam.

i. Sistem Jaringan Perpipaan

Sistem jaringan perpipaan terdiri dari empat bagian, yaitu jaringan inlet (air masuk), jaringan outlet (air hasil olahan), jaringan bahan kimia dari pompa dosing dan jaringan pipa pembuangan air pencucian. Sistem jaringan ini dilengkapi dengan keran-keran sesuai dengan ukuran perpipaan. Diameter yang dipakai sebagian besar adalah 1” dan pembuangan dari bak koagulasi-flokulasi sebesar 2“. Bahan pipa PVC tahan tekan, seperti rucika. Sedangkan keran (ball valve) yang dipakai adalah keran tahan karat terbuat dari plastik.

j. Tangki Bahan-Bahan Kimia

Tangki bahan kimia terdiri dari 2 buah tangki fiberglas dengan volume masing-masing 30 liter. Bahan-bahan kimia adalah ferrosulfat dan PAC. Bahan kimia berfungsi sebagai oksidator.

Untuk Informasi Harga ipal industi dan produk ipal industri dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE

Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-22 55 3770   Fax. 021-2255 6581.
Email : marketing@biofive.co.id

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit

IPAL PENGOLAHAN AIR LIMBAH

FASILITAS LAYANAN KESEHATAN

Definisi  atau Pengertian IPAL :

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah suatu perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang memproses/mengolah cairan air limbah buangan aktifitas Layanan kesehatan seperti limbah rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium Medis, Rumah Bersalin, Klinik Kesehatan dan lainnya, sehingga cairan tersebut layak dibuang ke lingkungan.

Manfaat Instalasi pengolahan air limbah  :

IPAL itu sangat bermanfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya, antara lain:
a. Mengolah Air Limbah  rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium Medis, Rumah Bersalin, Klinik Kesehatan dan lainnya, agar air tersebut dapat di gunakan kembali sesuai kebutuhan masing-masing.
b. Agar air limbah yang akan di alirkan kesungai tidak tercemar.
c. Agar Biota-biota yang ada di sungai tidak mati.
 
Tujuan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) :
Untuk menyaring dan membersihkan air yang sudah tercemar dari baik domestik maupun bahan klinis.
 
Diagram Proses Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit, Ipal Anaerob aerob system
   
Brosur Ipal Medis dan Domestik :
Air limbah yang berasal dari unit layanan kesehatan misalnya air limbah rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium Medis, Rumah Bersalin, Klinik Kesehatan dan lainnya merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Selain itu air limbah yang dihasilkan dari kegiatan laboratorium media kemungkinan mengandung senyawa organik BOD, COD (lemak, karbohidrat dan protein), senyawa amoniak, padatan tersuspensi TSS, logam berat serta mikroorganisme patogen.
 
Berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor : Kep-58/MENLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan Rumah Sakit, maka setiap rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan harus mengolah air limbah sampai standar baku mutu yang diijinkan. Dengan demikian maka kebutuhan akan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit khususnya yang murah dan hasilnya baik perlu dikembangkan.
 
Teknologi yang ada saat ini masih cukup mahal, sedangkan di lain pihak dana yang tersedia untuk membangun unit alat pengolah air limbah tersebut sangat terbatas sekali. Rumah sakit atau layanan kesehatan dengan kapasitas yang besar umumnya mampu membangun unit alat pengolah air limbahnya sendiri karena mereka mempunyai dana yang cukup.
 
Rumah sakit tipe kecil sampai dengan tipe sedang misalnya puskesmas, rumah bersalin, klinik umum serta laboratorium kesehatan dan lainnya, umumnya sampai saat ini masih membuang air limbahnya ke saluran umum tanpa pengolahan sama sekali. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dikembangkan teknologi pengolahan air limbah rumah sakit atau layanan kesehatan yang murah, mudah dan rendah biaya operasinya, khususnya untuk rumah sakit dengan kapasitas kecil sampai sedang.
 
PT. Biofive Sejahtera Indonesia salah satu perusahaan IPAL yang berkembang dalam pengembangan  teknologi pengolahan air limbah rumah sakit ( IPAL RUMAH SAKIT ) atau layanan kesehatan yang murah, mudah dan rendah biaya operasinya, khususnya untuk rumah sakit dengan kapasitas kecil sampai sedang.
Untuk Informasi Harga ipal medis, ipal Rumah Sakit, Ipal Puskesmas, Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit, ipal klinik, ipal laboratorium, dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021-3110 8022

IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah

ipal domestik, ipal biofive, ipal medis, ipal puskesmas, ipal komunal, ipal rumah sakit, ipal niofilter, ipal biotech, ipal anaerob aerob

MAMFAAT dan Instalasi Pengolahan Air Limbah
( IPAL | Waste Water Treatment Plants )

Instalasi Pengolahan air limbah IPAL dengan Proses Biofilter Anaerob Aerob dari PT. Biofive Sejahtera Indonesia adalah sebuah struktur proses yang di rancang untuk tujuan memisahkan dan membuang limbah biologis dan kimiawi dari air dengan cara menggabungkan proses biofilter anaerob dan proses biofilter aerob.

Proses biofilter Anaerob akan mengurai polutan organik yang ada dalam air limbah menjadi gas karbon dioksida dan methan sehingga penurunan kandungan BOD, COD, TSS ( padatan tersuspensi ).

Proses biofilter Aerob adalah proses lanjutan setelah proses biofilter anaerob yang akan mengurai kembali sisa polutan organik menjadi gas karbon dioksida ( CO2) dan air (H2O ), amoniak akan teroksidasi menjadi nitrit selanjutnya akan menjadi nitrat dan gas h2S akan di rubah menjadi sulfat. Dengan menggunakan proses ipal biofilter anaerob-aerob maka akan dapat dihasilkan air olahan dengan baku mutu sesuai BPLHD atau lingkungan hidup dengan komsumsi energi yang lebih rendah.

ipal domestik, ipal komunal
ipal domestik 80m3

Manfaat Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) :

IPAL itu sangat bermanfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya, natara lain:
a. Mengolah Air Limbah domestik atau industri, agar air tersebut dapat di gunakan kembali sesuai kebutuhan masing-masing.
b. Agar air limbah yang akan di alirkan ke sungai tidak tercemar.
c. Agar Biota-biota yang ada di sungai tidak mati.
 
Tujuan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) :
Tujuan IPAL yaitu untuk menyaring dan membersihkan air yang sudah tercemar dari baik domestik maupun bahan kimia industri. Diagram Sistem Pengolah Limbah Biofilter Anaerob Biofive
Keunggulan Proses dengan Biofilter “Anaerob-Aerob” Proses pengolahan air limbah dengan Proses Biofilter Anaerob-Aerob mempunyai beberapa keunggulan antara lain yakni :
  • Adanya air buangan yang mengalir melalui media Honey Comb  yang terdapat pada biofilter mengakibatkan timbulnya lapisan lendir yang menyelimuti media atau yang disebut juga biological film. Air limbah yang masih mengandung zat organik yang belum teruraikan pada bak pengendap awal bila melalui lapisan lendir ini akan mengalami proses penguraian secara biologis. Efisiensi biofilter tergantung dari luas kontak antara air limbah dengan mikroorganisme yang menempel pada permukaan media filter tersebut. Makin luas bidang kontaknya maka efisiensi penurunan konsentrasi zat organik (BOD) makin besar. Selain menghilangkan atau mengurangi konsentrasi BOD dan COD, cara ini juga dapat mengurangi konsentrasi padatan tersuspensi atau suspended solids (SS) , deterjen (MBAS), ammonium dan posphor.
  • Dengan kombinasi proses “Anaerob-Aerob”, efisiensi penghilangan senyawa phospor menjadi lebih besar bila dibandingankan dengan proses anaerob atau proses aerob saja. Selama berada pada kondisi anaerob, senyawa phospor anorganik yang ada dalam sel-sel mikrooragnisme akan keluar sebagai akibat hidrolisa senyawa phospor. Sedangkan energi yang dihasilkan digunakan untuk menyerap BOD (senyawa organik) yang ada di dalam air limbah.. Selama berada pada kondisi aerob, senyawa phospor terlarut akan diserap oleh bakteria/mikroorganisme dan akan sintesa menjadi polyphospat dengan menggunakan energi yang dihasilkan oleh proses oksidasi senyawa organik (BOD). Dengan demikian kombinasi proses anaerob-aerob dapat menghilangkan BOD maupun phospor dengan baik. Proses ini dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban organik yang cukup besar.
  • Biofilter juga berfungsi sebagai media penyaring air limbah yang melalui media ini. Sebagai akibatnya, air limbah yang mengandung suspended solids ( TSS ) dan bakteri E.coli setelah melalui filter ini akan berkurang konsentrasinya. Efisiensi penyaringan akan sangat besar karena dengan adanya biofilter up flow yakni penyaringan dengan sistem aliran dari bawah ke atas akan mengurangi kecepatan partikel yang terdapat pada air buangan dan partikel yang tidak terbawa aliran ke atas dan akan mengendap di dasar Chamber Bak filter. Sistem biofilter anaerob-aerob ini sangat sederhana, operasinya mudah dan tanpa memakai bahan kimia serta tanpa membutuhkan banyak energi. Proses ini cocok digunakan untuk mengolah air limbah dengan kapasitas yang tidak terlalu besar.

Beberapa keunggulan proses pengolahan air limbah dengan biofilter anaerob-aerob antara lain yakni :

  1.  Pengelolaannya sangat mudah.
  2.  Tidak perlu lahan yang luas.
  3.  Biaya operasinya rendah.
  4. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif, Lumpur yang dihasilkan relatif sedikit.
  5. Dapat menghilangkan nitrogen dan phospor yang dapat menyebabkan euthropikasi.
  6. Suplai udara untuk aerasi relatif kecil.
  7. Dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar.
  8. Dapat menghilangan padatan tersuspensi (SS) dengan baik.

Untuk Informasi Harga ipal komunal, Ipal semi Komunal, Ipal Domestik, Bio Septic tank Komunal, ipal sederhana, Waste water treatment plant dapat menghubungi :

FLOWRENCE, SE
Hp. 0812 190 90 777   |  0878 7679 0777 ( WA )
Telp. 021- 3110 8022
Email : marketing@biofive.co.id

WhatsApp WhatsApp us